10.18.2010

Jalan Terang

Perut ku mual, jatungku berdegup kian kasar

Aku terjungkal dan kadang aku terlontar

Oh tuhan, aku begitu gentar

Kaki ku berdidiri tegar tapi pandanganku tetap nanar

Mengapa ini?

Ku serpihkan perih didalam luka yang mendidih

Rasanya sakit begitu pedih

Oh geloraku didalam nestapa

Tubuhku bergetar kencang, jemariku bergidik tegang

Aku tak tahu akan tujuan

Fikirku melayang terbang tanpa haluan

Beribu jalan sedang terbentang

Menarik hati dan juga fikiran

Aku jatuh kepala ku terasa pitam

Serasa teriris oleh pedang

Tak mampu aku menentu arah

Begitu payah dan juga parah

Tuhan, aku bagai air di daun talas

Bergolak bergulir begitu lepas

“aku lupa” oh tuhan, kau ada di sana

Di permadani begitu mewah

Aku hamba penuh dosa brgelinangan

Aku bersujud memohon kasih berbelas

Tolong tuhan tolong hamba..

Hamba nan hina tengah terjarah

Kuasa ku tiada

Tenagaku tlah sirna

Untuk memilih aku tak bisa

Aku butuh jalan terang

Bagaimana?

Read More..

MENJARING HIDUP

Angin akan tetap mengalir

Air akan tetap berhembus..

Dan api biarkan dia menyala..

Hingga kapan dan hingga nanti..

Tubuh ini hanyalah tempatku bergerak..

Mengeluarkan nafas dan sesekali menangis..

sungguh hidup adalah naungan dunia..

Ku miliki sebuah nyawa beratas namakan perjuangan..

Aku akan terus berjalan..

Walau aku terhenti oleh badai

Dan walau aku terhambat oleh ribuat tebing curam..

Ini masa yg bukan inginku..

Cemerlang dan binaran kesyuksesan menanti ku..

Perjuangan ini bukan percuma..

Semata-mata demi menghancurkan jeruji dunia..

Meski hatiku terpasung, tubuhku terkurung..

Dengan apa yg terharta akan ku jadikan ia senjata..

Masa depan itu indah kawan..

Dimana kau dapat melihat pelangi berwarna emas..

aku sengaja membakar ketakutan dan kekalahan ini lebih awal..

Masa depan itu sungguh membuat ku silau..

Tak kan mungkin ku biarkannya berlalu hanya bagai petir..

Karena kekuatan sepenuhnya kuperuntukkan untuk menjaringnya

Agar masa ku nanti tak kan hilang kendali

Aku untuk masa depan

Dan masa depan menantiku

Kapakah itu? “Kini dan nanti..”






Read More..

10.16.2010

HARRY MENATAP HARI (CURAHAN HATI UNTUK SAHABAT)

Tiga tahun yang lalu, dimana semua masih terasa biasa, aku masih sendiri didalam kesendirian yang tak pernah tamat, aku bukanlah seorang anak yang mudah dapat membaur saat itu dan rupanya hingga sampai saat ini masih saja begitu, banyak yang aku takuti, berbagai asumsi menjalar didalam kepala ku, seorang anak lelaki yang sungguh sangat tidak mengerti apapun, aku bukan seorang yang sombong, aku juga tidak angkuh dan merasa paling benar, aku bukan manusia yang berasaskan individualisme, tapi apa yang ada dalam diriku adalah sebuah keharusan yang memang telah terjadi, tentunya ini bukan mau ku.

Semua orang berhak mengenal ku, mereka harus tahu siapa aku. Tiga tahun yang lalu dan tiga tahun belakangan ini, aku bisa merasakan sebuah keramaian di dalam kesendirian. Semua berkat doa yang terus ku panjatkan, aku memang berbeda, berbeda dari yang telah ada dan berada di dunia ini. Aku juga bukan manusia yang sempurna, aku lemah dan tak mempunyai daya yang lebih. Namun aku pahami semua itu sebagai sebuah anugerah walau terkadang anugerah ini membuatku terasa tersiksa, “biarlah” itu kata hatiku. Keikhlasan ini sudah menjadi tameng yang sangat tebal, sehingga tak perlu lagi ku sesali apa yang telah terjadi. Aku memang patut bersedih atas semua yang aku miliki, namun aku lebih berhak untuk mensyukurinya dan membumbuinya dengaan senyuman dan tawa yang gemilang, bagaimanapun aku tercipta didunia ini bukanlah tanpa sebab dan fungsi, mungkin keberadaanku tidak dapat membuat siapapun senang, namun aku senang dengan keberadaanku di kehidupan ini.

Terkadang aku merasa kesepian, namun terkadang sepi itu membuatku merasa tenang apabila tiada yang bisa mengerti siapa aku, aku masih membutuhkan mereka sahabat-sahabatku, walau bagaimanapun keadaanku mereka tetap bisa mengerti dan memberikan pembauran yang indah, selalu saja membuatku tersenyum. Sahabat-sahabatku itu, mereka yang terbaik, ku temua mereka tiga tahun yang lalu, waktu itu aku masih terbilang kecil dan tak tau apa-apa, mereka hadir dengan cara yang sederhana, mereka sangat welcome. Aku bahagia, ku habiskan masa-masa hingga akhirnya kami menamatkan bangku SMA, keterpaksaan membuat kami terpisah dalam jarak, demi cita-cita yang masing-masing kami miliki. Kesedihan itu ada, namun dimanapun kami berada tentunya kami tetap sahabat.

Tahukan kalian semua, siapa yang membelaku disaat tiada yang mau membelaku? Dan siapa yang bisa menghentikan tangis ku disaat tiada yang mau melakukannya untukku, dan siapa yang mau memujiku disaat semua orang meremehkanku!. Jawabannya adalah mereka para sahabatku. Mereka tidak pernah merahasiakan apapun, tak ada yang mereka sembunyikan, tiada kesalahpahaman diantara kami, aku sedih membayangkan perpisahan, karena saat ini aku tak mampu merasakan hal yang sama terhadap orang lain, mereka para sahabatku, hanya merekalah yang bisa. Disini ditempat baru ini aku hanya sendiri, walau aku memiliki teman, namun mereka tak mungkin bisa melakukan yang biasa dilakukan sahabat-sahabatku, banyak rahasia yang mereka simpan di tempat baru ini, aku tidak memiliki kenyamanan disini dengan mereka, walau mereka baik namun tak sama, tak pernah ku dengar kata-kata yang mampu membuatku bersemangat dari mulut mereka, mereka hanya ingin dimengerti tanpa mau mengerti, mereka hanya mau merasakan senang tanpa melihat apa yang aku rasakan, aku tak tahan dengan ini semua, aku ingin sahabat-sahabatku ada disini menemaniku, aku rindu sekali, hanya dengan sahabat-sahabtku itulah aku dapat tertawa lepas, hanya dengan merekalah aku dapat merasakan kebahagiaan yang mutlak, aku rindu hal-hal itu, aku rindu semu hal yang kualami dulu.

Sahabat-sahabatku, disini aku mulai melakukan apa yang kalian mau, aku mulai bergaul dengan mereka semua yang baru disini, walau itu susah, karena naluriku berkata lain, aku tidak bisa secepat itu mendapatkan yang baru, aku masih butuh kalian. Disaatku tuliskan ini aku tengah menangis sahabatku, aku rindu kalian, aku sangat merindukan kalian, hanya kalian yang bisa mengobati sakit hati yang aku alami disini, hanya kalian yang mampu sahabat.

Dulu aku bisa mendapatkan kegembiraan yang sesungguhnya dari kalian, tapi kini tidak ada yang berbagi bahagia itu untuk ku, aku ingat disaat dulu, kalian temani kesepianku di sekolah, kalian mau menjadikan ku teman disaat tidak ada yang mau merelakan diri untuk menjadi temanku, aku bahagia sahabat, aku yang lemah ini kalian jadikan kuat saat itu, aku yang sangat merasa diremehkan oleh yang lain saat itu menjadi kian tegar oleh kalian, ku ingat disaat kita memadu nasib bersama disekolah, berjuang demi mendapatkan angkan 100, dan berjuang untuk menjadi yang pertama di sekolah. Dulu hari-hariku tidak sesepi ini, namun sekarang kesepian mulai menyengat lagi. Bagaimana aku lakukan hal yang aku inginkan dengan kesepian yang mematikan ini.

Aku berjuang untuk masa depan sahabat. Doakan aku selalu, aku tak ingin berleha-leha, karena dunia rupanya kian kejam dan menyiksa, sahabat!, dimanapun kalian berada, dengarlah jeritan hatiku ini, AKU RINDU KALIAN, aku rindu saat bersama. Tolonglah aku, keluarkan aku dari belenggu ini, aku berhak bahagia juga disini.. SAHABAT AKU RINDU KALIAN....


Read More..

10.10.2010

TENTANG IBU TENTANG KELUARGA YANG KU RINDU

dia adalah sebuah keindahan tiada tara, tiada cela dan tanpa dosa. Dia bukan seorang malaikat, namun ia lebih sempurna dari itu, dia juga bukan bidadari yang turun dari langit, namun dia adalah pahlawan yang sebenarnya dalam hidupku. Bagiku ibu adalah sebuah anugrah terindah, dia mengandung tubuh hinaku ini selama sembilan bulan, bersusah payah, penuh peluh air mata dan kesakitan. Ibulah yang melahirkanku, dia membesarkanku tanpa sedikitpun kegetiraan yang tampak diwajahnya, ia pahlawan tanpa tanda jasa, dia yang membuatku hadir dalam kehidupan ini, dia yang menjadikan aku berani menantang keganasan dunia, dia yang mengajarkanku tentang apa itu kehidupan.

Ibu. Walaupun ia tak sempurna, walau ia bukan seorang yang berilmu tinggi, namun bagiku ialah guru yang paling berjasa, ia dalam tangisnya berdoa dan selalu berdoa untuk anaknya ini, walaupun tuhan tidak menciptakan kehidupan yang indah baginya walaupun tuhan tak memberikan keberuntungan layaknya aku sekarang, tetap saja ibu tidak pernah mempermasalahkannya, ia menyemangatiku, ia memberikan aku semua kasih dan segala sayang yang tak pernah ada hentinya, cintanya begitu luhur.

Aku jauh dari ibu, aku merindukan ibu, aku tak sanggup berpisah jauh. Aku menangis untuk ibu, akan ku kenang ibu selalu disetiap denyut nadiku, kan kusebutkan nama ibu selalu disetiap hembusan nafasku, aku menyayangimu ibu, kau lah satu-satunya manusia yang berharga didunia ini, tak peduli siapa kau dimata orang. Bagiku kaulah yang terbaik, bahkan kaulah manusia yang paling sempurna didunia ini. DAN KAU SEGALANYA

Kasihmu sempurna ibu

Laksana binar mentarai menantang hari

Kehangatan kau beri tiada henti

Dengan peluh walau berair mata

Anak mu kau kasih dan kau cinta

Hingga kini ia dewasa

Hingga nanti ia menjadi apa yang kau inginkan

Ibu, kau permata, kau berlian

Kau cahaya dalam gelap dan terang

Kau indah layaknya pelangi

Ibu aku merindu

Keluarga ku yang kucintai, sudah lama berpisah jarak, aku disini jauh dari hangat mu, aku disini menyendiri memadu cita, rupanya aku bukanlah sebuah karang, aku lalui ini dengan kegetiran, aku belum terbiasa seperti ini, aku cinta kau keluarga, aku cinta kau ibu, ayah, saudara-saudaraku..... aku ingin bertemu kembali walau hanya sejenak, sekedar melepas rasa sedih dan keluh kesahku, kan ku dekap erat kalian. Kau keluarga. Kaulah anugrarh sebenar dari sang pencipta. “AKU RINDU KELUARGA KU DISANA TUHAN!!”


Read More..

10.07.2010

GALAUNYA SEORANG “SAHABAT” (ISI HATI)

Dimalam kesekian, dimana kesepian hanya bertemankan hembusan angin malam, aku duduk diatas permadani ku, menatap kesegala sudut tepat dihadapan mata, aku tidak memalingkan muka, malah aku terdiam dengan sesekali melirik kearah masa yang hampir menjadi kenangan itu.

Deretaan foto berbingkai tersampir indah di permukaan beton bercat putih, gemilau dan gemilang warnanya, disana ada aku ada dia dan ada mereka, semua SAHABAT tercinta, aku mengikis endapan-endapan ingatan yang hampir membuatku melupakan masa indah dulu, endapan itu ku buang jauh sekali dari fikiran ini, membentengi diri dengan beribu ingatan yang manis, “aku tidak ingin lupa” ujarku, seindah apapun dunia ini tidak akan mampu mengubah apa yang telah ada, tidak juga aku dan ingatan ku ini.

Mereka yang disana tengah menanti, akankah berulang dengan cepat masa indah itu, walau hanya sebentar tapi ini sungguh terasa berabad, semua kebetahan yang terjadi hanya berupa hiasan permukaan wajahku sahaja. Dikala sendiri layaknya sekarang memang tidak ada yang bisa mengerti layaknya mereka disana, aku tidak bisa menggantikan posisi mereka dengan yang baru. Mereka mengerti dan akan terus mengerti. Disini, disaat ini kutulis aku masih sedang sendiri, kesendirian ini kunikmati, aku suka hal ini, hal yang bisa membuatku tenang dan tentram.

Ini gemilau cahaya terang cakrawala dunia, aku disilaukan olehnya, aku sempat terseret arus, namun aku tersadar kala hentaka keras tersampir didalam otakku, semua berbalik 360 derajat. Kini aku hanya bisa menikmati kelugu dan kegaguanku. Aku tidak mampu berbicara “hi” aku tidak mampu menjulurkan tangan tanda perkenalan dan aku lemah dalam menarik perhatian. Aku disini “orang baru” dengan status yang baru dan dengan keanehan baru yang sungguh sangat baru sekali. Apa yang harus aku lakukan, aku tidak mampu menjumpai yang sama, aku memang tidak ingin menggantikan apapun yang sudah ada di hatiku, namun disinipun aku butuh kehangat seorang sahabat. Siapa orang itu nantinya, aku hanya berharap semoga dia bisa menjadi yang terbaik seperti mereka disana yang MEMANG SUDAH TERBUKTI BAIK DAN TER TERBAIK

I miss u Friends, without u i’m alone here. Without u i just can cry in this new environment, and without u i just can show u my emptyness....



Read More..

9.07.2010

PASTI SUKSES

Aku menatap kearah langit yang biru, bertemankan sahabat-sahabat tercinta, kami semua saudara disini, tanpa ayah dan tanpa ibu walau sebenarnya kami punya mereka, ini takdir bagi pejuang ilmu layaknya kami, rela menahan rindu untuk tidak bertemu sekian lama. Kami memang berani mengambil resiko terberat meski kami belum sepenuhnya mampu melawan resiko tersebut. kami ini siapa?, kami hanya 4 remaja kecil yang sedikitpun belum bisa dewasa, kami masih manja, dan kami masih butuh kasih sayang, namun dibalik kesemua itu kami tetap memiliki tekad walaupun terkadang kami ragu dan kami malu menguak tekad tersebut. Aku(harry), thya, nia, dan nunung, sisa perjuangan yang masih harus berjuang, untuk melewati badai khatulistiwa bahkan nantinya untuk menepis angin topan yang akan menghempasi kami ketepi tebing samudra.

Angin semilir berhembus dari arah pegunungan yang menjulang, riakan air menimbulkan suara yang sungguh natural, kami masih duduk di dalam sepetak kamar yang hanya berukuran 3x3meter bertemankan sebuah tape dan beberapa unit laptop yang masih menyala di depan mata. Berbagai irama music keluar dari dalam kamr ini, menemani kesepian hari yang mendadak menjadi kian menjemukan. Kami masih berada di batas awal perjuangan, kami belum sepenuhnya berjuang, masih banyak cita dan cita-cita yang harus kami raih, kami tidak akan patah semangt atu lantas putus asa, semua orang disini memiliki tujuan yang sama dengan kamik berempat, mereka ingin sukses, maka kami harus menjadi yang lebih dari sukses, mereka ingin menjadi orang baik, maka kami harus bisa menjadi yang terbaik. Tak peduli bagaimana caranya itu, yang penting didalam diri ini kami menyimpat niat yang terkunci dengan sangat rapat. Kami berharap semoga aka nada jalan nantinya.

Aku berpuisi didalam hati ketika jarum jam berdentang sesekali.

Sayup sayup….

Basahnya udara ini membakar hati

Bergejolak dan menggebu..

Tidak ada terik dan panas,,

Yang ada hanya kilat kesejukan

8 pasang mata yang kini cekung

Mereka-mereka itu jarang tidur..

Bukan berpacu, namun saling menghibur

Malam yang gelap panggung sandiwara

Remaja-remaja kecil yang tak tau apa apa

Mereka tertawa mengikuti arusss

Sendiri menepis rindu yang kalut

Kalau nanti adalah masanya

Mereka SUKSES bersama menebar HARUM.

Niscaya dunia akan tersenyum

J

Saat ini tak ada yang lebih penting bagi kami dari pada menuntut ilmu, tujuan kami disini memanglah untuk itu, untuk menjadi yang TERSUKSES DI MASA DEPAN, kami tak peduli apa caranya, yang penting kami TETAP BERJALAN dan memiliki ITU sebagai PATOKAN, kami memang bukan mereka para biduan yang memiliki suara emas yang tentunya menjadi sumber kesuksesannya, kami juga bukan seorang jutawan yang memiliki harta yang tak lekang tujuh turunan, namun sepertinya NIAT dan TEKAT itu CUKUP untuk sebuak kata SUKSES. Bekal kami seadanya, ilmu kami tipis, bagai rambut dibelah tujuh. Tapi dari sinilah kami akan mempertebalnya, akan kami lapisi dengan intang, kami lumuri dengan emas, bahkan kami bentengi dengan baja dan permata, agar kami SUKSES dengan ILMU, HARKAT, MARTABAT, dan TERHORMAT.

Ini perjuangan bagi semua, bukan hanya untuk kami. Waktu tak ubahnya seperti roda yang terus berputar, ada kalanya ia berputar kian cepat dan ada pula kalanya ia berputar seolah-olah pelan, namun ingat WAKTU TAK PERNAH BERHENTI, ini masa bagi kami, dan kami percaya besok aka nada yang menyusul kami dari depan, bahkan akan ada yang menyambut kami didepan, memberikan tongkat kejayaan yang menjadi masa bagi kami kedepan dalam konteks SUKSES.

Percayalah dengan tekat, kita semua orang yang penuh dosa, jangan lupakan hal itu, sebisa mungkin jadilah yang terbaik. Untuk mendapatkan gelas TERSUKSES DI MASA DEPAN.

Empat remaja setengah dewasa tertidur, mereka bermimpi akan hayalan yang semu, penuh warna bagai pelangi, mereka terbang dan melayang, namun sayang mimpi itu harus mereka sudahi, karena tantangan duniawi akan lebih BERWARNA!(HARRY)




Read More..